66 juta tahun yang lalu, sebuah asteroid besar menghantam bumi dengen berkekuatan satu miliar bom Hiroshima. Peristiwa ini membuat kepunahan besar yang mengakibatkan hilang dan hancurnya kehidupan dinosaurus yang telah bertahan hidup selama 150+ juta tahun, dan menandai awal baru era mamalia. Perusahaan seni dan sains Prehistoric Body Theater yang di sutradarai Ari Rudenko mempersembahkan sebuah karya berjudul GHOSTS of HELL CREEK, yang menceritakan tentang situs fosil di Amerika Serikat bernama Hell Creek. Situs Hell Creek adalah lokasi dimana tulang dinosaurus dari hari hantaman asteroid ditemukan. Sekarang Hell Creek merupakan sebuah tempat yang sangat kering, walaupun dulunya adalah sebuah hutan subtropis yang berada di pinggir laut purba yang sudah hilang.

Dalam cerita ini menggambarkan tentang dua karakter binatang prasejarah. Yang pertama bernama Acheroraptor. Acheroraptor merupakan jenis dinosaurus yang sangat cantik dan berbahaya, dia hidup di era dimana sebelum terjadinya kiatmat asteroid, dan dia juga yang mengalami kepunahan pada saat asteroid menghantam. Dinosaurus ini punya sayap penuh bulu yang mirip burung modern, karena memang burung adalah keluarga dan keturunan yang sama dengan Acheroraptor. Yang kedua adalah Purgatorius. Purgatorius adalah mamalia, dia merupakan primata pertama. Dalam ilmu biologis, Purgatorius adalah nenek moyang manusia yang telah bertahan hidup ketika berlangsungnya kiamat asteroid itu. Setalah kehancurannya, muncul buah pertama, dan mengharuskan Purgatorius untuk beradaptasi dan memakan buah tersebut.

Ari Rudenko telah tinggal di Indonesia sejak tahun 2012, dan ide dari pengarapan ini muncul saat Ari berproses seni di Indonesia. Karena itu juga, sebagian besar dari koreografi karya ini telah terinspirasi dan beradaptasi dengan tarian-tarian yang ada di Indonesia, terutama tarian yang menceritakan tentang hewan-hewan. Ari juga telah berproses bersama ilmuan sains biologi dan paleontologi untuk mengali fosil langsung di situs Hell Creek, dan telah meniliti anatomi dan gerakan binatang tersebut, dan mentransformasikannya ke tubuh manusia. Sebagian dari konsep artistik karya ini telah terinspirasi dari tarian butoh yang berasal dari Jepang, oleh company dance Sankai Juku dan Dairakudakan yang sering tampilkan karya tari dengan setting dan lighting yang luar biasa.

GOHC Logo Image2small.jpg